Special Dispatch – Jihad & Terrorism Studies Project
September 8, 2006
No. 1285
Abu Bakar Bashir: “Kami tidak menginginkan Demokrasi, kami menginginkan Allah-krasi!”
Utk melihat wawancara keseluruhan dlm bentuk HTML, click di :
http://www.memri.org/bin/opener_latest.cgi?ID=SD128506
Abu Bakar Bashir, yg dibebaskan dari penjara bulan July 2006 setelah terbukti bersalah karena persekongkolannya dlm serangan2 teror terhdp Bali th 2002, diwawancara Al-Jazeera dimana ia menunjukkan rencananya utk menjadikan Indonesia sebuah negara Islam. Bashir menyerang democracy dan Barat, dan menyerukan agar Muslim melancarkan jihad melawan rejim2 yg ada dlm dunia Muslim. Wawancara ini muncul pada August 21, 2006, di milis bahasa Inggrisnya, Al-Jazeera.
Ini rangkuman dari wawancara itu:
“Kami Tuntut Negara Islam”
“Kami menuntut sebuah negara Islam dan bukan semacam Islamisasi masyarakat. Kami ingin agar negara menjadi Islami dgn pemimpin2 Islam yg memiliki keberanian dan akan memberlakukan shari’ah sepenuhnya. Tidak ada jalan lain …
“Kami ingin sebuah negara Islam dimana Hukum Islam tidak hanya teori dlm buku2, tetapi juga diberlakukan, dan diberlakukan dgn kepastian. Tidak ada ruang dan tempat bagi konsultasi demokratik. Shari’ah sudah dibentuk dan bersifat tetap, jadi mengapa kita masih pula perlu membahasnya ? Berlakukan saja !
“Saat ini kami sedang merancang perubahan UUD kami sendiri bagi Indonesia, sebuah kerangka bagi negara Islam Indonesia dimana diberlakukan Syariah. Rakyat Indonesia harus mengerti bahwa tidak akan ada sebuah negara Islam tanpa pemberlakuan hukum2 Islam. Kalau gitu sih namanya cuma ngomong saja, tidak lain daripada itu.”
“Pemimpin2 Kami semuanya sudah … dilatih agar berbicara sesuai dgn apa yg diinginkan boss2 Barat mereka …”
“… Menjadi radikal bukan sesuatu yg buruk. Setiap gerakan perubahan selalu radikal …
“Kini kekuatan2 dan media Barat ingin menjinakkan kami spt domba.
Tetapi mengapa hewan dijinakkan ? Agar pada akhirnya bisa dijadikan kurban!
“Untuk itu mereka mencap kami ‘radikal,’ utk menakut2i kami dan mengkontrol kami. Begitulah pemimpin2 kami yg semuanya sudah dijinakkan dan dilatih utk berbicara sesuai dgn boss2 mereka di Barat …
“Barat mencoba melemahkan Islam dari luar dan dari dalam. Mereka menyerang orang2 kami dan menginvasi negara2 kami dari luar, dan melemahkan kami dari dari dalam dgn gagasan2 spt sekularisme,
liberalisme dan demokrasi. Ini semua dirancang utk meracuni Islam murni kami.”
“Yahudi Licik dan Tidak Dapat Dipercaya”
“Tidak ada satupun pemimpin Muslim yg memiliki keberanian dan komitmen utk membela Islam dan Muslims, mereka semua terakgum2 dgn AS dan kekuatan2 Barat dan mereka berhutang pada Barat … Nabi kami memperingatkan akan terjadinya masa depan ini, umat Muslim kuat dari segi jumlah, tetapi lemah dalam semangat mereka …
“Bgm Malaysia bisa menandatangani perjanjian perdagangan bebas dgn AS dan Jepang ? Bukankah ini negara2 kafir ? Dan AS kini adalah musuh negara2 Muslim dan pendukung Israel. Menurut Islam, ini menjadikan AS sebuah negara ‘kafir harbi’, dan kami Muslim wajib utk memutuskan sebuah hubungan diplomatik dan ekonomi dgn negara musuh macam itu …
“Orang Yahudi licik dan tidak dapat dipercaya, demikian dikatakan dalam Quran. Pada saat ini AS hanya keledainya Israel, yg sebenarnya mengontrol AS.
“Bgm kami bisa berdialog dlm dunia Arab selama Israel masih eksis ?
Israel tidak dapat memimpikan perbatasan damai karena Israel tidak memiliki hak utk eksis, tidak berhak berada disana. Itu tanah Palestina,
bagi orang2 Palestina. Bgm pemimpin Muslim mengatakan bahwa Israel memiliki hak bagi perbatasan damai? Wong, Israel sebenarnya tidak boleh berada disana !…
“Tidak ada satupun negara Islam di dunia, bahkan Saudipun bukan negara Islam. Orang2 Saudi munafik, teman2 AS; pemimpin2 mereka semuanya korup dan suka materi. Negara yg paling mirip sebuah negara Islam adalah pemeritah TALEBAN di AFGHANISTAN. Tapi AS dan sekutu2 Baratnya menghancurkannya …”
“Kami perlu Berjihad melawan Pemerintah2 Munafik Kami Sendiri”
“Adalah kewajiban Muslim utk menantang pemerintah2 mereka ketika pemimpin mereka berdialog dgn musuh2 kami. Wong, itu sudah tertera dlm Quran (Surat 60:9); bahwa mereka yg menentang Islam adalah musuh2 kami dan kami harus berperang melawan mereka. Jadi sebelum kami berdialog dgn kafir, kami harus berjihad dulu melawan pemerintah2 kami yg munafik yg sebenarnya sudah murtad dan melawan prinsip2 Islam …
“ISLAM TERDIRI DARI DUA BAGIAN: QURAN DAN PEDANG.
“Quran sudah memiliki segala pengarahan, peraturan, norma, hukum dan hukuman yg kami perlukan. Pemberlakuan Shariah adalah dgn PEDANG …”
“Kalau NABIpun bisa MEMBAWA TOMBAK Maka … kami bisa membawa M-16!”
“Lihatlah pada sunnah nabi. Saat ia berpidato dan berkotbah, ia selalu memegang tombak. Mengapa ? Karena itu adalah LAMBANG KEKUASAAN. Pengikutnya tahu ia serius dan bukan hanya sekedar omong kosong. Ia benar2 melakukan apa yg katanya akan dilakukannya.
“Sedihnya, berabad2 kemudian Islam menjadi semakin lemah dan
kami lupa bahwa Nabi membawa tombak setiap kali ia berbicara. Tombak itu kemudian diganti dgn tongkat, seakan2 Muslim begitu lemah dan perlu alat penopang utk berdiri ! Kami perlu
kembali ke Islam yg orijinal, kuat dan tahan banting. Spt nabi, kami harus kembali memegang tombak. Jika nabi saja membawa tombak, maka kami saat ini bisa membawa sebuah senapan M-16!”
“TIDAK ADA DEMOKRASI DLM ISLAM”
“Tidak ada demokrasi dlm Islam, jadi jangan mencoba menginterpretasi Quran dan menjadikan Islam sebuah demokrasi utk memenuhi keingingan dirimu. Hukum Tuhan harus diprioritaskan. Bukan rakyat yg memutuskan apa yg benar dan bgm cara kita hidup. Melainkan keinginan rakyat itu harus dibengkokkan, disesuaikan keinginan Tuhan. Kami tidak menginginkan demokrasi, kami inginkan Allah-krasi!
“Prinsip Islam tidak bisa dirubah dan tidak ada demokrasi dalam Islam atau omong kosong spt ‘Islam demokratik’.
“Demokrasi adalah musyrik dan haram. Disini kami tidak kompromi.
Mereka yg menganggap diri Muslim dan tidak mendukung Shariah 100% adalah MUNAFIK dan KAFIR, mereka sudah keluar dari Islam. Tidak perlu berdiskusi dgn orang2 ini, mereka bukan lagi bagian dari umat.
Tidak perlu mendengarkan opini publik: kafir, murtad, liberal, atheis – mereka semuanya tidak beriman …
“Kemenangan Islam datang hanya lewat dakwah dan jihad, dan bukan lewat pemilu. Itulah mengapa partai2 Islam berada pada jalan yg keliru…
Selama mereka memilih demokrasi, hasil akhirnya adalah haram. Tidak ada yg baik yg dapat dihasilkan sesuatu yg haram, begitu bukan ? Jadi jika demokrasi haram, negara Islam macam apa yg bisa dihasilkan darinya ? Jelas bukan sebuah negara Islam yg murni. Pemilu2 sebenarnya tidak ada gunanya sama sekali.”
“Tidak akan ada Islam Tanpa Jihad”
“Perjuangan bagi Islam hanya datang lewat krisis dan konfrontasi. Islam datang utk merubah dunia, tidak utk dirubah oleh dunia. Jadi oleh karena itulah ada perlawanan, itulah mengapa Barat takut pada kita.
“Kalau kami menerima norma2 Barat spt demokrasi maka kami tidak akan pernah bisa mencapai Allah-krasi yg saya sebut tadi. Demokrasi harus diganti oleh Allah-krasi dan ini tidak bisa datang dari pemilu.
Mereka yg menentang kami harus dididik, itulah mengapa dakwah adalah penting, utk menunjukkan kpd mereka bahwa Islam adalah satu2nya jalan.
Tapi jika mereka melawan dan keras kepala, atau jika mereka menciptakan halangan2 bagi kami, maka mereka harus dilawan. Khususnya semua Muslim yg menentang kami adalah murtad dan mereka khususnya akan ditangani secara keras …
“Inilah sudut pandang Islam. Kami tidak boleh berkompromi, menyerah, mengalah dan tunduk pada musuh2 kafir kami. Kami harus selalu berada pada jalan Islam, jihad dalam nama shar’iah, dan jangan pernah meminta maaf …
“Ingat bahwa JIHADlah yg membawa Islam pada kekuasaan dan membangun masyarakat kami. Tidak akan ada Islam tanpa jihad….”
>Endnote:
>(1) Al-Jazeera.net, August 21, 2006.
_________________




