Penyair besar Inggris, Samuel Taylor Coleridge, mengatakan, “Salah satu segi utama dari kebahagiaan adalah bahwa orang yang bahagia mengetahui dan menilai dirinya sebagai orang yang bahagia.”
Ternyata, ada sebagian orang yang murung menghadapi kehidupan ini. Beragam masalah dan penderitaan membuat mereka tak lagi bisa merasakan kebahagiaan. Tragis memang. Tentu saja hal ini keliru. Bagaimanapun juga, semua manusia mempunyai kesulitan. Masalah ataupun penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Yang penting adalah bagaimana cara seseorang menghadapi masalah atau penderitaan dalam hidupnya. Pikiran adalah sarana yang sangat potensial, dengan mengendalikan imajinasi, kita bisa menggunakan pikiran untuk membuat rileks dan bahagia. Ketika kesulitan datang, apakah kita masuk ke dalam ‘penjara’ kesengsaraan, atau malah kita bersiul sambil mencari pemecahan? Apakah kita termenung mengasihani diri sendiri, atau malah merencanakan masa depan yang lebih baik?
Ada satu hal yang sangat penting untuk merasa bahagia. Yakni, kita harus sungguh-sungguh menginginkannya. Sebab ada orang yang telah terbiasa dengan kesengsaraan hidup, sehingga mereka tidak ingin lagi merasakan bahagia. Kebahagiaan itu menular, sebab hubungan interpersonal bisa mempengaruhi pemikiran seseorang. Karena itu berhati-hatilah bila kita sedang bersama seseorang yang pikirannya negatif, maka jangan biarkan gagasannya mempengaruhi kita. Pikiran yang negatif kerap mencelakakan.
Pikiran negatif itu bisa menular dan sama membinasakannya dengan wabah penyakit. Dengan mengeluh tidak menjadikan hidup kita lebih mudah, sebab kalau kita membiarkan pikiran-pikiran negatif orang lain menguasai pikiran kita, kita akan rugi sendiri. Sesungguhnya, sama seperti ketidakbahagiaan menginginkan ‘teman’ begitupula kebahagiaan. Kalau kita berbahagia, kita bisa menyebarkannya kemanapun kita pergi, kita membawa kebaikan yang bisa kita bagi kepada orang lain. Kebahagiaan dan tawa itu bisa menyebar seperti kebakaran hutan. Perasaan itu bisa menghapuskan kekhawatiran dalam pikiran orang. Karena itu, jagalah pikiran kita supaya tetap bahagia. Siap melakukan tindakan positif.
Pikiran dapat berfungsi untuk menggapai kebahagiaan. Demikian juga dengan kegiatan. Kegiatan sehari-hari bisa mendatangkan kebahagiaan. Karena itu sangat disarankan agar setiap orang menyadari, kegiatan apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan baginya. Mantan Presiden Dwight Eisenhower adalah salah seorang yang biasa menghadapi tekanan hidup. Hari-hari Eisenhower selalu menegangkan. Namun ia sungguh tahu memilih kegiatan sampingan yang bisa membuatnya merasa rileks dan bahagia. Yakni, bermain golf. Karena itu, Eisenhower selalu mengusahakan waktu luang untuk merasakan kebahagiaan. Melakukan kegiatan yang kita sukai dan melakukannya tanpa pamrih, akan mendatangkan kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang bisa mengatakan, apa yang harus kita lakukan. Kita sendiri yang paling tahu apa yang sesungguhnya kita sukai.
HAVE A NICE DAY !
-freedom, equality and brotherhood-






kebahagian tidak bisa diukur dengan seberapa bahagianya kita, tapi dari berapa banyaknya orang yg bahagia karena kita.
Berawal dr diri kita. Orang lain bisa bahagia krn kita jg bahagia dan rela serta tulus untuk membahagiakan orang lain.